Max Lane: Why is Indonesia afraid to teach Pramodeya in school?

Reza Gunadha – Many academics, intellectuals and Indonesian youth can speak fluently on the historical ideas of ancient Greece and modern Europe. But when speaking about the history of their own nation, they are unsure and hesitant or just parrot historical texts or mainstream literature and thus fail to understand the history of their own […]

Reposting: Indonesia: 1965 and the Counter-Revolution against the Nation.

Indonesia:  1965 and the Counter-Revolution against the Nation. By Max Lane +++ “The impact of the counter-revolution was, however, even deeper than the sum of these combined policies – from mass murder and terror to totalitarian imposed ignorance and passivity. The 1965 counter-revolution was a pre-emptive purge aimed at the prevention of the final unfolding […]

Max Lane: Kenapa Indonesia Takut Ajarkan Pramoedya di Sekolah?

“Banyak para sarjana, intelektual, maupun kaum muda Indonesia yang fasih berbicara mengenai sejarah pemikiran Yunani kuno hingga Eropa modern. Namun, ketika membicarakan sejarah bangsanya sendiiri, mereka gagap atau cuma mengikuti teks-teks historis maupun sastra arus utama sehingga gagal mengenali negerinya sendiri. Setidaknya, itulah inti kritik yang dilontarkan Max Lane, seorang Indonesianis asal Australia dan sosok yang kali pertama […]

Minke yang menceritakan ceritera BUMI MANUSIA?

Silahkan membaca kembali halaman pertama BUMI MANUSIA. Membaca kembali dan merenungkannya. Ada rahasianya. Mau tahu rahasianya: terpaksa anda mencari lewat membaca RUMAH KACA.  (Disini tidak saya pasang spoiler.) Rahasia lainnya bisa ditemukan di buku INDONESIA TIDAK HADIR DI BUMI MANUSIA. BTW: Versi bahasa Inggeris BUMI MANUSIA – yaitu THIS EARTH OF MANKIND bisa didapat di Indonesia […]

Naluri Pramoedya Ananta Toer sebagai pengarang roman sejarah

Dengan mengedit sedikit kata-kata filosof dan kritikus sastera, Georgi Lukacs ketika dia menulis tentang roman sejarah sebagai sebuah genre sastera, saya mau komentar thdp novel P.A.T. Bumi Manusia, yaitu bahwa novelnya adalah sebuah “product of realistic instinct and [and also] a  clear understanding of history as a process, of history as the concrete precondition of the […]