Why Australia is an imperialist country by Max Lane

Australia is a small country of 25 million people. It ranks between 12th to 14th in the world in terms of the overall size of its economy. Although the gap between it and the large population, industrialised countries is substantial. Its military spending, ranking also around 12th in the world, therefore matches its ranking in size of economy. However, while the US economy is almost 20 times larger than the Australian economy, Australian defence spending per capita is very high at about 65% of that of the United States. Australia spends high on the armed forces for its small population. Military spending rose by 29 percent in inflation-adjusted terms between 2007 and 2016 and is projected to grow from $35 billion in 2017-18 to $42 billion by 2021.

us navy

Continue reading “Why Australia is an imperialist country by Max Lane”

Minke yang menceritakan ceritera BUMI MANUSIA?

Silahkan membaca kembali halaman pertama BUMI MANUSIA. Membaca kembali dan merenungkannya. Ada rahasianya. Mau tahu rahasianya: terpaksa anda mencari lewat membaca RUMAH KACA.  (Disini tidak saya pasang spoiler.)

Rahasia lainnya bisa ditemukan di buku INDONESIA TIDAK HADIR DI BUMI MANUSIA.

BTW: Versi bahasa Inggeris BUMI MANUSIA – yaitu THIS EARTH OF MANKIND bisa didapat di Indonesia di toko buku Periplus di berbagai kota Indonesia.

Naluri Pramoedya Ananta Toer sebagai pengarang roman sejarah

Dengan mengedit sedikit kata-kata filosof dan kritikus sastera, Georgi Lukacs ketika dia menulis tentang roman sejarah sebagai sebuah genre sastera, saya mau komentar thdp novel P.A.T. Bumi Manusia, yaitu bahwa novelnya adalah sebuah “product of realistic instinct and [and also] a  clear understanding of history as a process, of history as the concrete precondition of the present.” Yaitu Bumi Manusia adalah sebuah produk naluri realistis pengarangnya sekaligus pengertian jelas bahwa sejarah adalah sebuah proses, sejarah adalah pra-syarat konkrit yang menyiapkan situasi kondisi sekarang.”

Bumi Manusia dan ketiga novel berikutnya adalah bacaan wajib untuk bisa mengerti Indonesia sekarang.

 

Cover Pram 1

Menulis mencipta Indonesia dan Pramoedya Ananta Toer

““Banyak pesan yang terdapat dalam karya-karya Pramoedya yang terinspirasi dari RA Kartini. Pramoedya melihat Kartini sebagai pemikir zaman pencerahan Indonesia. Dalam karya-karya Pramoedya, terkandung pesan-pesan seperti kebangkitan nasional Indonesia di era 1920-an,” kata Max Lane.”

Baca disini.

Max and Pramoedya 1981