Menulis mencipta Indonesia dan Pramoedya Ananta Toer

““Banyak pesan yang terdapat dalam karya-karya Pramoedya yang terinspirasi dari RA Kartini. Pramoedya melihat Kartini sebagai pemikir zaman pencerahan Indonesia. Dalam karya-karya Pramoedya, terkandung pesan-pesan seperti kebangkitan nasional Indonesia di era 1920-an,” kata Max Lane.” Baca disini.

Sudah dengar heboh ttg film BUMI MANUSIA?

Sudah dengar heboh ttg film BUMI MANUSIA? Mau membaca salah satu perspektif tentang buku tsb dan pengarangnya Pramoedya Annata Toer. Silahkan cari buku ini di toko buku dekat anda atau di toko buku online:  

Singapore Book Launch Update for INDONESIA AND NOT: POEMS AND OTHERWISE.

Singapore Writers Festival Book launch:  INDONESIA AND NOT: POEMS AND OTHERWISE: Anecdotes Scattered Author: Max Lane DATE / TIME: 6 Nov, Sun 11:30 AM – 12:30 PM VENUE:  The Arts House, Gallery II, Singapore This is a collection of poetry, prose pieces and short stories inspired by the experiences of Max Lane, translator of Pramoedya Ananta Toer’s Buru […]

Tentang masalah “nation”.

Tentang masalah “nation”. (Bagian 1 – disempurnakan October 21, 2016) Oleh Max Lane (Maaf atas kesalahan dan ketidakjelasan Bahasa. Saya menulis ini langsung dalam Bahasa Indonesia.) Dalam bahasa Indonesia kata “nation” biasanya diterjemahkan ‘bangsa’ atau ‘nasion’. Sebenarnya kata ini sulit dimaknai dalam situasi-situasi tertentu yang terjadi. Komunitas manusia yang namanya “nation” adalah produk berkembangnnya sistem […]

Why you should read Indonesia’s THIS EARTH OF MANKIND by Max Lane

In January 2014 Joshua Oppenheimer’s film on Indonesia, The Act of Killing, was nominated for an academy award, reflecting its penetration into mainstream film watching. Many people will be introduced to Indonesia by this vivid study of the country’s ruling lumpen elite. Another, very different, introduction to Indonesia might be reading Pramoedya Ananta Toer’s historical […]

“Discovering Pramoedya” – new 2010 review of the Buru Quartet

Discovering Pramoedya POSTCARD By Adam Gartrell, Indonesia Correspondent (read also this other essay on THIS EARTH OF MANKIND) JAKARTA, July 4 AAP – One of the greatest pleasures of living in Indonesia has been discovering the work of the country’s finest novelist, Pramoedya Ananta Toer. I’ve just finished reading Pramoedya’s Buru Quartet, a sweeping four-book […]

Article and poem in Sydney PEN Magazine, May, 2010

Sydney PEN’s May 2010 edition contains: “Book bannings spur struggle for free speech in Indonesia” by Max Lane, pp. 4-5 A poem: “The dry eel of Indonesia” by Max Lane, p. 26. Go to Sydney PEN Magazine click on May, 2010 issue to download PDF copy of magazine.