Taksi Musuh jutaan Taktik tak terhingga Perang berlanjutan Akhirnya singgah Stress serangi otak yang malang Sepeda motor tabrak bergaya aksi Penumpang ngeyel seolah tahu jalan Gaji pula untuk yang bawa taksi
Sajak buat Sopir juga
Buat Sopir Juga Kotor dari keringat melekat Kaos sobek dari penumpang mendesak Capek hindar asfal terlalu dekat Haus panas nafas sesak Kenek duitnya cuma komisi Bis bolak balik nasib digergaji Bawa uang pulang berat sebagai misi Ayo waktunya komisi diganti gaji
Sajak Rumah
Rumah Sempit Panas Sumpek Padat Ongkos? Tak wajar Bangunan? Asal saja Bekasi kok begini Pondok Indah kok begitu. Bersatu disini Membagi disitu.
SAJAK INGAT WAJAH-WAJAH
SAJAK INGAT WAJAH-WAJAH Wajah mata penuh perjuangan Wajah garis garis berbunyi pergulatan Wajah goresan alirnya air mata Wajah berani mata bercahaya
SAJAK Hari Buruh 2010
SAJAK Hari Buruh 2010 100 juta hidup lewat otot keringat 100 juta hidup lewat otak bekerja dan ingat 100 juta tak punya investasi 100 juta tak ada modal untuk beli prestasi Setengah juta proletar sudah berserikat 99 juta harus diyakinkan untuk ikut berikat Aksi Hari Buruh adalah langkah memulai Awal dari cari kejelasan program ramai-ramai.
SAJAK BURUH GARMEN
SAJAK BURUH GARMEN Keringat tetes otot jatuhkan air mata Nike Gap Levis segar menguap diam tak berkata Bahu dan kaki kaku lawan duduk Pasang, lipat, ngepak, tangan gerak capek tunduk Pegal! teriak punggung pada jam yang keduabelas Mata kedipnya lamban hitung kerdus dengan jari yang malas Pulang menghadap tikar dihuni anak masih belajar Cium suami, […]
Memori: Kangen Jakarta menjelang hari buruh Mei 1 2010
Rumah Sempit Panas Sumpek Padat Ongkos? Tak wajar Bangunan? Asal saja Bekasi kok begini Pondok Indah kok begitu. Bersatu disini Membagi disitu. Buat Sopir Juga Kotor dari keringat melekat Kaos sobek dari penumpang mendesak Capek hindar asfal terlalu dekat Haus panas nafas sesak Kenek duitnya cuma komisi Bis bolak […]
Sajak (kecil) Nulis
kosong bolong bengong iseng linglung pusing bingung mikir payah parah marah nulis
Sajak peringatan diri si pengamat
Sajak peringatan diri si pengamat Pantat bersatu dengan kursi Mata ngelem pada monitor Jari dengan keyboard berfusi Cyber realitas mulai menentukan T.O.R. Melbourne, April, 2010
Berusaha ingat
Tiga orang Indonesia yang saya pernah kenal dari dekat dan yang sudah meninggalkan kita. (maafkaan kata-kata yang terlalu sederhana dalam menangkap orang-orang ini.) Secara kronologis – Orang pertama syairnya mengepal tinggi di atas panggung suaranya lantang lembut marah meriam terungkap, realitas buruk malu tak kepalang tanggung jiwa kita bangkit, bergerak, tidak terima diam Kedua ketawanya menular meski […]