Reflections and “poems” on Indonesia and on politics on a Sunday in Melbourne

I

Writer’s block
Its stopped the clock
Is it a matter of will?
Or a matter first of paying every bill?

II

Blank sheet
Erased of earlier etches
broken nib, blunt pencil, unconnected keyboard
Bugs in the software

S.F.H. (M)

Senyumnya adalah semangat ketawa yang menular;
Matanya adalah berbicara yang senyum;
Galaknya adalah bangkit yang stress;
Peluknya adalah damai, adalah strom.

JAKARTAku

Pollution dust, heat, grey gravel asphalt
Fumes, horns, engines jammed for miles
Splintery bench, watery soup with salt
sweat box home cramped with tired smiles

Strip lights sauna stitching fingers
Grinding machines cutting tin saw the brain
Aches, brain burn all day lingers
Child’s laugh, partner’s tear, a touch bears the strain.

Lovely music jangles the senses,
Every fashion label grates the soul
The malls from the other reality are our defences
Ten million souls minced in the urban black hole

PISAU ANALISA

Clarity
No confusion
Sheer blue sky
Above

Confusion
No clarity
Grey asphalt, bloody red, black smog maze
Below

Slicing
Sharpen the knife
networks, intersections, questions and praxis answers
inside, outside

********

Jack Hammer

Painful, bloody, torn asphalt graze
Broken soul from the system’s razor maze
Pull up the grey ugly asphalt, jack hammer the structure,
Plant green and colours and the dollar’s deadness rupture.

REFLEKSI BULAN REFLEKSI

Tiada realitas selain satu realitas.
Yang terpuji ialah yang datang membongkar realitas.
Jangan sujud di depan apa yang bisa dibongkar
Di dalam realitas hanya manusia bersama-sama bisa mengethui nama-namanya.

Renewal

Renewal at the end of the era of reform means revolution. In the wake of defeats and retreats, revolution needs renewal. Renewal means rewinning the gains of past revolutions, preparing for the next.

PEKERJAAN

Akselerasi intensifikasi pekerjaan intelektual revolusioner berarti membongkar realitas (sebab-akibatnya) dan sejarahnya. Tiada gerakan revolusioner tanpa kemampuan ilmu merumuskan peta perjalanannya. Revolusi melintasi daratan dengan geografi riilnya, bukan melintasi alam ghaib pakai mantra. Konkrit, konkrit! Sekali lagi konkrit.

Keberhalaan

Hai manusia, Jangan kau pernah sujud di depan kreasimu sendiri: akan hinalah kau; Memujalah saja kekuatan mencipta itu sendiri.

RAHASIA (TIDAK) UMUM

Sejarahku
Sasteraku
Perbuatan kita
kata-kata kita
Masa depan semua. 

Memori

Tiga dekade terancam hilang. Penyambung lidah keresahan 70an mas Willy Rendra sudah pergi. Pramoedya Ananta Toer, Joeseof Isak dan Hasyim Rachman pendobrak tabu dari tahun 80an, juga sudah pergi. Wiji Thukul pula sudah hilang. Sekolah tidak mengajar danmelestarikan karyanya. Gerakan belum mampu mengajarkannya. Wiji pula ditinggal banyak temennya seangkatan. Tiga dekade terlalu berharga untuk terlupakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: