Sajak (kecil): Mengenang Jogja dari jauh

Alun-alun “sibuk” tapi tak berumput tak berwarna-warni bali-ho meneriakin iklan disetiap sudut sana sini mahasiswa boleh pilih antara sejuta kios H.P. untung ada nasi kucing murah di wilayah D.I.Y.   Kampus-kampus macam-macam pilihannya tetapi tergantung juga orang tua berapa duitnya kesana kemari  ada Jogja busway cuma satu jalur terpaksa pula minta orang tua beliin sepeda motor

Sajak mbah kakung dari kauman

Mbah Kakung dari kauman Tulangnya terasa keras dibawah kulitnya yg kasar lunak Dibopong menuju mesjid lewat gang sempit asfal berdebu “Mau ketemu semua temannya nanti di sorga, kan, ‘nak”? Memar hitam di jidutnya umumkan imannya yang menggebu. Langkah-langkahnya lamban tidak pasti tapi tak mengalah Hidung tua peka sangat dilindungi parfum tebal “Ikut ke sorga nanti […]